Electrolux Attack Care
Electrolux Attack Care
Sep 23, 2019

Begini Metode Mencuci Pakaian yang Ramah Lingkungan

Siapa yang tidak butuh pakaian bersih? Semua orang pasti butuh, sehingga pakaian yang sudah dikenakan pun akan terus dicuci agar menjadi bersih kembali. Namun ingat, pencucian pakaian harus dilakukan dengan cara yang benar agar lingkungan kita tetap terjaga.

Cara mencuci pakaian yang salah ternyata bisa menimbulkan polusi. Sisa air bekas cucian dapat mengandung zat kimia dan partikel yang akhirnya berdampak buruk bagi lingkungan. Pencemar yang bisa mencemari lingkungan, khususnya perairan, antara lain adalah mikroplastik dan fosfat. Lalu bagaimana cara mencuci yang benar agar tidak mencemari lingkungan? Ikuti tips di bawah ini yuk!

  1. Gunakan deterjen yang tidak mengandung fosfat

Penggunaan fosfat di dalam deterjen memang bisa membantu membersihkan kotoran yang menempel pada pakaian. Namun, kandungan fosfat pada produk deterjen dan produk pembersih lainnya ternyata menciptakan sejumlah masalah lingkungan besar. Fosfat dianggap berpotensi mencemari badan air dan waduk di mana air kotor dari rumah tangga akan bermuara.

Fosfat adalah bahan kimia yang bisa memicu pertumbuhan alga (ganggang) yang tak terkendali sehingga mengakibatkan tertutupnya permukaan aliran sungai. Padahal, sinar matahari penting bagi banyak organisme air untuk melakukan fotosintesa. Tidak adanya sinar matahari berarti proses pembuatan makanan organisme air akan terhambat.

Tidak hanya itu, oksigen terlarut di dalam air yang dibutuhkan oleh ikan dan spesies lain direbut oleh alga untuk kepentingannya sendiri. Kurangnya oksigen berisiko menghambat pertumbuhan bahkan bisa membuat mati berbagai organisme air. Itulah sebabnya, tidak sedikit negara dan kota di dunia melarang penggunaannya fosfat untuk deterjen maupun produk pembersih lainnya.

Lalu, adakah deterjen yang tidak mengandung fosfat namun ampuh menyingkirkan noda? Ada, deterjen Attack. Deterjen Attack Anti Bau bebas dari fosfat, sehingga ramah lingkungan dan dan tidak menyebabkan polusi. Tak perlu khawatir, walaupun deterjen Attack tidak mengandung fosfat, formula dan teknologi dari Jepang ini dapat membersihkan noda dan bau di pakaian hingga tuntas. Dengan formula MaxPower, noda yang hinggap di pakaian dapat terangkat dengan mudah tanpa perlu air panas dan pencucian kuat yang berisiko merusak pakaian dan melepaskan serat mikroplastik yang dapat mencemari lingkungan.

  1. Pakai Mesin Cuci yang Hemat energi

Di era teknologi seperti saat ini, sudah banyak mesin cuci yang dirancang untuk menghemat air dan energi. Kalau sampai saat ini mesin cuci Anda boros air dan energi, segeralah menggantinya dengan mesin cuci yang hemat energi agar kegiatan mencuci pakaian menjadi lebih ramah lingkungan.

Satu produk mesin cuci yang memungkinkan Smart Mom mencuci pakaian ramah lingkungan adalah Electrolux UltimateCare™ 900. Mesin cuci ini ramah lingkungan karena telah dilengkapi dengan teknologi Eco Inverter dan UltraMix™ yang ampuh melarutkan deterjen walaupun tanpa menggunakan air panas sehingga mampu mencegah terlalu banyak luruhnya mikroplastik yang terkandung di dalam beberapa bahan pakaian yang Smart Mom cuci.

  1. Pakai baju dengan bahan serat alami

Bahan kain, seperti polyester, nilon, dan akrilik ternyata mengandung ribuan serat mikroplastik yang bisa terlepas ketika dicuci. Saat dibuang sebagai limbah, mikroplastik ini akan berakhir di perairan seperti lautan dan tanah yang akhirnya menjadi tercemar.

Sayur yang ditanam di tanah yang sudah tercemar mikroplastik kemungkinan besar akan juga mengandung mikroplastik, begitu juga hewan dan tumbuhan laut di perairan atau lautan yang sudah tercemar mikroplastik. Sayur dan ikan-ikan laut tersebut pada akhirnya kita konsumsi. Jadi secara tak langsung kita sudah memakan pakaian kita sendiri.

Untuk mengurangi dan menghindari limbah mikroplastik, Smart Mom bisa mulai mengganti pakaian lama yang berbahan tidak ramah lingkungan tersebut dengan bahan yang menggunakan serat alami seperti wol, kapas, dan rami.

Share artikel

Artikel Terkait