Electrolux Attack Care
Electrolux Attack Care
Sep 30, 2019

Tampil Stylish dengan 5 Bahan Pakaian Ramah Lingkungan

Pencemaran mikroplastik di laut semakin hari semakin mengkhawatirkan. Selain meracuni organisme di laut, pencemaran ini juga turut mengancam kesehatan manusia. Fakta mikroplastik pada ikan di Indonesia, seperti dilansir oleh situs National Geographic Indonesia, terungkap dalam sebuah riset yang dilakukan bersama Universitas Hasanuddin dan University of California Davis. Riset ini menemukan pencemaran mikroplastik di saluran pencernaan ikan dan kerang yang dijual di tempat pelelangan ikan terbesar di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam penelitian yang dilakukan, ditemukannya sepertiga sampel atau 28 persen ikan yang diteliti yang mengandung plastik mikro. Sebagian besar sumber plastiknya diduga berasal dari plastik sekali pakai seperti kantong plastik. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga berasal dari sumber yang lain, seperti pakaian, akibat proses pencucian yang salah.

Bahan pakaian, seperti polyester, nilon, dan akrilik ternyata mengandung ribuan serat mikroplastik yang dapat terlepas saat dicuci. Mikroplastik ini sangat berbahaya untuk lingkungan karena ketika dibuang sebagai limbah, mikroplastik akan berakhir di perairan seperti lautan dan mencemarinya.

Jika lautan yang sudah tercemar mikroplastik, bisa dipastikan spesies laut yang menghuni perairan tersebut sudah tercemar mikroplastik. Jadi, besar kemungkinan kita telah memakan pakaian kita sendiri secara tak langsung. Smart Mom tidak mau hal ini terus terjadi bukan?

Lalu, apa yang sebaiknya Smart Mom lakukan? Segera ganti pakaian yang mengandung serat mikroplastik dengan pakaian berbahan ramah lingkungan seperti berikut ini!

  1. Kapas Organik

Tanaman kapas umumnya memakai banyak pestisida. Tapi tidak dengan kapas organik yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia sintetik. Jika Smart Mom ingin yang lebih ramah lingkungan, pilihlah bahan katun yang diberi label 100% cotton.

  1. Kain Serat Bambu

Jenis bahan yang satu ini punya sifat antibakteri alami dan bisa terurai di alam. Tapi Smart Mom harus waspada saat membelinya karena ada beberapa produsen kain serat bambu yang memproses serat bambu dengan menggunakan bahan kimia. Karena itulah, Federal Trade Commission (lembaga perlindungan konsumen di Amerika Serika) mengharuskan perusahaan yang menggunakan proses ini harus melabeli produk mereka sebagai rayon berbasis bambu.

  1. Serat Hemp

Hemp bisa ditanam tanpa pupuk, dengan sedikit atau bahkan tanpa pestisida, mudah dipanen, serta tidak menghabiskan nutrisi tanah. Itulah sebabnya, kain yang terbuat dari serat hemp bisa dimasukkan ke dalam kategori bahan pakaian yang ramah lingkungan.

Kelebihan yang dimiliki serat hemp ini membuat beberapa perancang busana ternama dunia membuat rancangannya dengan menggunakan serat tanaman ini. Seperti dilansir dari situs Today.com, desainer busana Francisco Costa dari rumah mode Calvin Klein, pada acara pembukaan New York Fashion Week tahun 2008, pernah mengeluarkan pantsuit serta mantel panjang dari serat hemp.

Tidak hanya itu, perancang Donatella Versace juga membuat sebuah gaun berpotongan terbuka pada bagian punggung, yang mana kain dari gaun tersebut merupakan campuran hemp dengan sutra.

  1. Kain Kasmir

Kain kasmir diproduksi dari serat protein kedelai yang tersisa dari olahan kedelai yang dijadikan makanan. Karena itulah, serat kain kasmir ini ramah lingkungan. Bahan kain kasmir mungkin lebih sulit ditemukan dan harganya lebih mahal. Namun, tidak ada salahnya jika Smart Mom ingin menggunakan jenis kain yang ramah lingkungan, maka kain kasmir adalah salah satu solusinya.

  1. Bahan wol

Bahan wol bisa diperbaharui, tahan api, dan tidak membutuhkan tambahan bahan kimia untuk memproduksinya. Tapi ingat, cari bahan 100% wool yang diproduksi memakai praktik pertanian berkelanjutan dan tidak menggunakan bahan kimia beracun.

Itulah 5 Bahan Pakaian Ramah Lingkungan yang bisa Smart Mom pilih. Jangan lupa, proses pencuciannya juga harus ramah lingkungan, Karena itu, gunakanlah kombinasi deterjen Attack Anti Bau dan mesin cuci Electrolux UltimateCare™ 900.

Deterjen Attack Anti Bau bebas dari fosfat, sehingga ramah lingkungan. Tak perlu khawatir, walaupun deterjen Attack tidak mengandung fosfat, formula dan teknologi dari Jepang ini dapat membersihkan noda dan bau di pakaian hingga tuntas. Dengan formula MaxPower, noda yang hinggap di pakaian dapat terangkat dengan mudah tanpa perlu air panas dan pencucian kuat yang berisiko merusak pakaian dan melepaskan serat mikroplastik yang dapat mencemari lingkungan.

Electrolux UltimateCare™ 900, mesin cuci ini ramah lingkungan karena telah dilengkapi dengan teknologi canggih Eco Inverter dan UltraMix™ yang ampuh melarutkan deterjen walaupun tanpa menggunakan air panas sehingga mampu mencegah terlalu banyak luruhnya microplastik yang mungkin terkandung di dalam beberapa bahan pakaian.

Untuk informasi lebih lengkap tentang metode mencuci ramah lingkunga, Smart Mom bisa membacanya di artikel Begini Metode Mencuci Pakaian yang Ramah Lingkungan.

Share artikel

Artikel Terkait